29 Jun 2012

Catch My Breath - Part 4 *My Destiny*

-My Destiny-

Prev : Part 1Part 2Part 3

     Aku masih bisa melihatnya berjalan keluar meninggalkan aku yang masih terheran dengan sikapnya tadi. Kenapa dia begitu ketus padaku ?? Apa ada yang salah dengan perkataanku tadi ?? Seingatku aku tidak mengatakan hal yang aneh, yang kukatakan tadi sudah wajar sebagai teman yang sudah lama tidak bertemu bukankah wajar kalau kita membahas tentang masa lalu ?? Apa aku pernah melakukan kesalahan padanya ?? atau dia benar-benar lupa padaku?? Berbagai pertanyanpun datang terus-menerus dalam otakku tapi tak ada satupun dari pertanyaa itu yang kutemukan jawabannya. Aku melihat kesellilingku, utungnya pertengkaranku dengan Sharon tadi tidak terlalu menyedot perhatian pengunjung disini. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja. Sambil membereskan barang-barangku aku memanggil pelayan untuk membayar pesananku tadi.
          “bill please” seruku pada salah satu pelayan. Saat aku ingin membayar billsku, ada bills mineral water.
           ‘perasaan aku gak pesan ini deh’ kemudian aku bertanya pada pelayan yang membawa billsku tadi
 “maaf apa ini billnya salah ya ?? saya kan hanya memesan wine tapi kenapa ada bill mineral water disini ??”
“ohh maaf tuan itu pesanan nona tadi, bukankah nona tadi bersama anda ??” jawab pelayan itu dengan takut
‘ahh punya Sharon ternyata’ pikirku dan kemudian aku mendapatkan sebuah ide
“baiklah akan saya bayarkan semuanya” jawabku sambil memberikan uang dan tip kepada pelayan itu. Setelah selesai dan hendak beranjak pergi tiba-tiba bartender itu memanggilu
“Mr.Feehily anda melupakan sesuatu !!” serunya sambil memegang sesuatu. Bartender itu menghampiriku dan memberikan syal berwarna abu-abu itu kepadaku.
“ini milik nona yang bersama anda tadi tuan”
“ohh, baiklah terima kasih” jawabku sambil mengambil syal tersebut. Wangi syal itu sangat khas dengan Sharon tadi. Aku suka wanginya. Setelah ku teliti ternyata ada inisial nama diujungnya K&S. K ? kevinkah itu ?? tapi yasudahlah dengan ini rencanaku akan semakin sempurna
* * *
     Memasuki bulan Juli penggarapan album terbaru kita sudah mencapai 70%. Pemilihan lagu yang akan dimasukan dalam list album juga hampir selesai. Dan lagu Catch My Breath akan masuk dalam list album nanti. Simon juga langsung setuju begitu dia mendengar lagu ini. Sudah pasti aku senang sekali, karena aku yakin bahwa lagu ini sangat bagus dan cocok untuk kami. Jadi, yaa pasti harus dimasukan dalam list album kita nanti bahkan kalau bisa sekalian dimasukin daftar track list tour kita nanti (keep dreaming Mark). Kami juga sedang disibukkan dengan acara charity di salah satu rumah sakit di daerah London tepatnya Great Ormond Hospital, rumah sakit khusus anak-anak. Jadi dengan padatnya jadwal dan kesibukan-kesibukan menjelang album baru yang kami hadapi dan hampir semuanya dilakukan di London. Hal ini tidak memungkinkan kita untuk tinggal di Ireland sementara waktu, karena tidak mungkin kita harus bolak-balik Ireland-London selama proses ini. Jadi mau bagaimana lagi kita harus menetap di London untuk sementara waktu. Aku dan Kian tinggal di rumah kami masing-masing yang berada di daerah sekitar, sedangkan Nicky harus numpang di rumahnya Shane yang berada di daerah Cobham. Sedangkan our girl sudah pulang duluan ke Ireland akhir Juni lalu. Hal ini tentu membuat kami sangat merindukan rumah terlebih dengan masakan rumah. Terlebih aku, aku sudah sangat merindukan my momma kangen dimasakin sama mom. Main sama Collin dan Barry. Arghhh I miss my mom maybe I got a lil bit homesick, I’ll call her later miss you mom. Tapi demi tugas dan profesinalitas kami harus menjalankannya. Dan aku juga belum bertemu Sharon setelah kejadian itu, apalagi aku sudah semakin jarang datang ke Sugar Hut. Sekarang hanya berharap agar takdir dapat mempertemukan kita lagi.
     Hari ini kami berencana akan menggelar charity show di Great Ormond Hospital. Acaranya hanya mini showcase kami menyanyikan beberapa lagu yang telah dipilih berdasarkan angket anak-anak disana dan mengunjungi beberapa anak sambil memberikan surprise kepada mereka.
     Kami sedang dalam perjalanan kesana. Kami sudah siap dengan peralatan perang kami berupa gitar milik kian dan berbagai macam hadiah serta mainan untuk anak-anak disana. Kali ini kami akan menggelar pertunjukan akustik. Will be a great show. Dan beruntungnya perjalanan kali ini kita tidak diburu oleh waktu, karena secara ajaibnya aku bisa bangun pagi hari ini. Jadi Shane Schumacher tak usah beraksi untuk hari ini. Whats a great trip, we can enjoy our trip today.
           “guys ayo cepetan masuk kita udah ditunggu nih” seru Shane dengan semangat. Kami semua sangat bersemangat tentang pertunjukan hari ini we just wanna share much love to everyone especially for our angel wings in here. Kemudian kami masuk kedalam dengan dibantu oleh beberapa staff rumah sakit yang membawakan hadiah-hadiah kami. Kami langsung menuju ruang bermain di rumah sakit ini tempat kita akan mengadakan showcase hari ini.
           “oke mari kita mulai. Mari kita beri kejutan pada mereka semua, kian gitar oke ??” Tanya Shane ke Kian yang sedang mengatur gitarnya.
           “yapp, sudah siap” jawab kian
           “kii seperti rencana kita ya” kata Shane lagi memberi intruksi dan disetujui dengan anggukan kepala dari kita bertiga, lalu kian mulai memetik gitarnya dan memainkan intro sebuah lagu. I Have A Dream. Kami pun masuk, di dalam sana sudah dipenuhi oleh pasien anak-anak dan orang tuanya serta beberapa suster yang berjaga. Suasana disana sangat ramai, mereka sedang asyiknya bermain their face like an angel its so hard to believe and realize in their angel face their feel a torture. Terlihat dengan jelas ekspresi dari wajah mereka bahwa mereka semua terkejut dengan kedatangan kita, mereka tak mengira akan hadir empat cowok tampan yang akan menghibur mereka. Kemudian keramaian yang tadi ada seketika menredup digantikan oleh kensunyian hanya petikan gitar Kianlah yang terdengar. Semua yang hadir disini memperhatikan kami, lalu kami duduk dilantai membuat setengah lingkaran agar kami dan anak-anak disini dapat melihat satu sama lain.
           “good morning ladies and gentleman please welcome to westlife acoustic mini showcase live from your playroom” buka Nicky bersemangat yang diiringi dengan tepukan riuh rendah tangan-tangan kecil itu serta celotehan riang mereka. Kian-pun kembali memetik gitarnya dan memainkan intro lagu I have a dream. Suasanapun kembali sunyi dan terhanyut oleh petikan suara gitar kian. Shane-pun membuka suara dan dengan lembut dia mulai bernyanyi
           ‘I have a dream a song to sing. To help me cope with anything. If you see the wonder of a fairy tale, you can take the future even if you fail. I believe in angels something good in everything I see. I believe in angels. When I know the time is right for me. I’ll cross the stream. I have a dream’
     dilanjutkan dengan Mark, yang diikuti dengan Nicky sebagai backing vocal
           ‘oh yeah, I have a dream (have a dream) a fantasy (fantasy) to help me through (help me through) reality (reality). And my destination (destination) makes it worth the while. Pushing through the darkness (pushing through the darkness) still another mile.
     Shane lalu berdiri dan berjalan menuju kerumunan penonton cilik itu dan mengajak anak-anak itu bernyanyi bersamanya. Seorang anak lelaki dengan muka berani dan percaya diri berdiri menghampiri Shane lalu meminta untuk bernyanyi. Semua yang ada di ruangan ini pun tertawa melihat tingkah lucu anak tersebut, kemudian anak itu mulai bernyanyi.
          ‘I believe in angels something good in everything I see (everything I see yeah) I believe in angels (I believe in angels) when I know the time is right for me (time is right for me) I’ll cross the stream. I have a dream’
     Anak itu mengakhirinya dengan sangat baik. Suaranya begitu jernih tak kusangka dari tubuh semungil itu dapat keluar suara yang begitu indah dan powerfull, dia sangat berbakat mungkin dia bisa menjadi anggota Westlife di masa depan. Setelah ia selesai bernyanyi tampak rona merah di pipinya, kemudian dia mencium pipi Shane dan berlari kepelukan ibunya. Mau tak mau kami tertawa melihat tingkahnya itu.  Kian kembali melanjutkan petikan gitarnya diiringi dengan harmoni yang sempurna dari kita berempat.
          ‘I have a dream (oh yeah) a song to sing (song to sing) to help me cope with anything. If you see the wonder (if you see the wonder) of a fairy tale (of a fairy tale). You can take the future even if you fail (yeah yeah yeah). I believe in angels, something good in everything I see (everything). I believe in angels (yeah). When I know the time is right for me (right for me) I’ll cross the stream (cross the stream). I have a dream (have a dream). Ohhhhhh’
     Aku mengakhiri paduan tersebut dengan sangat baik, tepuk tanganpun riuh terdengar di ruang ini. Kami semua tersenyum mendengar ini.
           “oke for the next songs its our love song for our babies, for every children in the world, and for every blessed soul here. So please welcome Angel Wings” seru Shane dan dia mulai bernyanyi lagi diiringi denga petikan gitar Kian
          ‘I would die for you, lay down my life for you the only thing that means everything to me. Cause when you’re in my arms you make me prauder than, than anything I ever could achieve. And you make everything that used to seem so big. Seem to be so small you arrived’
     Aku dapat melihat beberapa penonton meneteskan air matanya. Memang lagu ini sangat mendalam maknanya. Lagu yang menceritakan tentang kedatangan anugrah terindah dalam hidup mereka their angel wings their children. Lagu yang sangat indah dan cocok untuk anak-anak mereka yang sedang memperjuangkan hidupnya, hidup yang takkan pernah mereka sesali atau siakan sekalipun.
           ‘on angel’s wings, an angelical formation. Angel’s wings like letters in the sky. Now I know no matter what the question that love is the answer it’s written on angel’s wings’
     Kemudian aku melanjutkannya
           ‘ohhh, and I ofren wonder why (why). Someone as flawed as I deserves to be as happy as you make me, oh yeahh. So as the years roll by (roll by) I’ll be there by your side. I’ll follow you wherever you heart takes me. Cause you make everything that used to be so big, seem to be so small since you arrived’
     Ibu-ibu itu mulai duduk disamping anak mereka lalu memeluknya dan mencium pipinya. Tak tahu lagi bagaimana suasana saat itu, mengharukan tapi juga luar biasa. Cinta yang luar biasa dari wanita-wanita tangguh ini. Tanpa terasa aku melihat Shane dan Nicky menangis, kemudian dengan harmoni yang padu kami melanjutkannya.
          ‘on angel’s wings, an angelical formation. Angel’s wings like letters in the sky. Now I know no matter what the question that love is the answer it’s written on angel’s wings. Ohh, now anyone who’s felt the touch of heaven in their lives, will know the way I’m feeling, looking in my baby’s eyes. That’s why I can’t bear to betoo far away. I know that god must love me cause he sent you tome. On angel;s wings, an angelical formation. Angel’s wings, like letters in the sky. Now I know no matter what the question, that love is the answer it’s written on angel’s wings. Love is the answer it’s written on angel’s wings’
     Aku mengakhirinya dengan penuh emosional, tidak dipungkiri lagi para wanita tangguh itu langsung menciumi anak mereka dengan air mata yang masih tersisa di pelupuk matanya. Hanya bisa dipandang heran oleh anak-anak mereka. Dan hal ini juga membuat Shane dan Nicky tidak dapat menahan air mata mereka, situasi ini membuat mereka mengingat akan anak mereka sendiri yang sangat dirindukannya. Mataku menangkap sosok kecil yang tadi berhasil mencuri perhatianku dengan suaranya. Sekarang anak itu sedang mendiamkan ibunya, agar ibunya tidak menangis lagi. Dia mengecup pipi ibunya dengan sayang. Tak kuduga pemandangan itu meluluhkan air mataku yang dengan cepat langsung kuhapus. He is a tough boy.
           “oke, so its very emotional here” buka Kian memecahkan suasana “so now wipes you tears mom, looks you make our big baby
boys crying now” canda Kian sambil menunjuk kearah Shane dan Nicky yang cepat-cepat menghapus air matanya. Kami pun tertawa “so now ladies and gentleman uncle Kii have a surprise for you  guys” anak-anak pun mulai berceloteh girang mendengar hal itu. Dan sebuah kado besarpun datang. Dan celotehan, tawa riang, san suara terpukau-pun semakin keras terdengar
           “oke kita hitung sampai tiga yaa” aba-aba Kian “satu . . .”
           “TIGAA !!” seru anak-anak itu dengan bersemangat, kami hanya bisa tertawa dan kemudian membuka kado tersebut. Kadonya berisi berbagai macam mainan, boneka, buku-buku bacaan dan banyak lagi. Ini adalah sumbangan dari kami berempat untuk rumah sakit ini, melihat wajah-wajah bahagia yang sedang ribut memainkan mainan baru mereka merekahkan senyum bahagia kami. Karena sebagian anak-anak disini menghabiskan kesehariannya disini. Mereka bermain dan belajar disini, kekurangan yang mereka miliki tidak menyurutkan semangat mereka. Dan kami sangat bahagia akan hal ini.
* * *
     Setelah selesai dengan acara tadi masing-masing dari kami mengunjungi  satu pasien cilik yang beruntung akan kami kunjungi secara pribadi. Shane, Kian dan Nicky sudah terlebih dahulu mengunjungi kamar mereka hanya tinggal aku sendiri yang masih berada di playroom ini. Kehebohan yang terjadi tadi sudah tidak tampak lagi, hanya beberapa suster dan ibu-ibu yang tinggal disini sedangkan pasien-pasien cilik itu sudah kembali ke kamarnya masing-masing setelah puas bermain tadi. Aku pun mohon diri kepada mereka dan melangkah menuju kamar sesuai dengan notes yang diberikan Kian padaku dan bertuliskan kamar 103. Agak sedikit sulit menemukan kamar ini, kamar ini terletak di ujung lorong yang berada di lantai 2. Akhirnya aku berhasil menemukannya, dan sayup-sayupku mendengar suara merdu seorang wanita. Aku pun mengintip dari jendela pintu kamar tersebut. And I believe now, that you are my destiny.


TBC . . . Part 5

12 komentar:

  1. hheheheehehe, eh, itu si Kee kenapa ngasih kamar 103, ada mula apa ...? tak dijelaskan sebelumnya kah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu nomor kamar pasien yang bakal dikunjungi westlife secara pribadi, hehehe udah q tambahin kak. :D

      Hapus
  2. kenapa kepotong disitu sih T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau dilanjutin, nanti kepanjangan jadi.a XDXDXD

      Hapus
  3. sik, tapi nggak diceirtain di awal kan ? pas di tengah-tengah nyanyi atau sebelum nyanyi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pas terakhir"kak baru dijelasin. Selesai showcase

      Hapus
  4. sepertinya yang lagi nyanyi sharon ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukannnnn itu kevin XDXD kan suara.a kaya cwe #plak XDXD

      Hapus
  5. KAK Lanjutin ceritanya dong T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe soon ya abis moonlight q selesai :p :D

      Hapus
    2. ok, abisnya aku penasaran bgt sama lanjutan ceritanya

      Hapus
    3. hehehehehe tunggu ya :D
      cerita.a masih di dapur .____.
      belum mateng-mateng

      Hapus

feed my blog nyoo !!

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik