Tampilkan postingan dengan label The Westlife Author. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Westlife Author. Tampilkan semua postingan

3 Sep 2013

The Carpenter ch.1

holaaaaaaaaaaaaa, blognya udah berdebu ya :?
hehehehe, maaf karena jarang update lagi, entah kenapa pak ilham sama pak mood jarang dateng nemuin aku #eaaaa

stop kali ini mau share ceritaku yang terinspirasi sama Finn-nya mamak keav :D
so enjoy aja yaa :)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

The Carpenter

                Hutan itu tampak hebat dengan ribuan pohon tinggi menjulang berlomba-lomba mencapai kaki langit. Berbagai tumbuhan tropis pun tampak menyemarakan hutan hebat tersebut. Disela-sela keagungan hutan tersebut terdengar suara riuh rendah para penghuni hutan. Mulai dari yang tingginya berpuluh-puluh meter hingga hanya beberapa meter saja, mereka semua seperti mengadakan lomba lari massal yang diikuti oleh semua penghuni hutan. Burung-burung berkoak ramai memeriahkan suasana perlombaan itu, para predator mengaum keras tak mengindahkan berbagai hewan yang biasanya akan membuat mata mereka kelaparan. Keagungan hutan sekarang seperti tertutup oleh kekacauan perlombaan lari ini. Mata para hewan itu tampak keakutan menatap langit yang sudah berubah senja walau sekarang terbilang masih pagi. Bintang-bintang hitam menghiasi pagi berlangit senja ini. Langit seperti mengadakan parade bintang jatuh walau mereka tak dapat mengabulkan satu permohonan pun dari para penghuni hutan.
                Di tengah hutan tersebut berdiri dengan megah sebuah gunung raksasa. Gunung itu tampak menjulang diantara ribuan pohon yang menghiasi hutan hebat tersebut. Ia adalah pusat dari hutan hebat itu. Gunung yang dahulu adalah sumber kehidupan para penghuni hutan, kini tampak berang. Asap sudah mengepul hebat mengeluarkan abu vulkanik dan berbagai material bumi yang dengan segera merasuk dalam sistem respirasi para penghuni hutan. Secara perlahan dari mulut kawah terlihat semburan merah yang semakin membesar dan mulai memuntahkan batu-batu api yang segera membakar hutan hebat itu. Lava merah menyala segera keluar dari mulut kawah menyelimuti gunung agung tersebut. Para penghuni hutan berlari semakin cepat dengan bahaya tepat dibelakang mereka. Kini lava sudah mulai turun mengikuti aliran sungai dibawah gunung agung tersebut. Lavanya yang panas sewarna dengan senja di langit pagi ini, dengan letupan-letupan kecil yang dalam beberapa detik segera menyapu bersih apapun yang mereka lewati. Keadaan bertambah semarak dengan hujan meteor dan...
                TING..TONG...
                “Finn, buka pintunya,” sebuah suara manusia memecah keadaan hutan tersebut.
                TING...TONG...
                “Ayolah Finn aku tahu kau sedang di dalam, cepat buka pintunya.”
                Dengan segala keengganan seorang pria blonde berdiri dari singasananya yang telah turun bebeapa centi karena terlalu lama ia duduki.
                “Ahh, lama sekali kau membukakan pintu.” Dari arah pintu segera masuk seorang pria dengan satu kantung belanjaan di tangan kiri, dan tangan kanannya yang entah memegang apa. Mungkin boneka dilihat dari bulu-bulu putih yang menyembul dari dalam jaketnya.
                Finn kembali duduk disinggasananya melanjutkan menonton “The Greatest Volcano” ditemani dengan segelas susu hangat dan beberapa nachos yang dibelinya dalam perjalanan pulang ke apartemen ini.
                “Kau belanja apa saja?” tanya Finn dengan mata masih terfokus pada adegan lahar panas di depannya.
                “Apa kau tidak lihat kulkas kita sudah kosong melompong seperti itu?” jawab Ray ketus.
                “Ditinggal beberapa hari saja sudah seperti ini, baagaimana nanti. Kuyakin kau hanya akan bertahan hidup dengan makanan seng itu.” Ray menatap tumpukan kaleng kosong bekas sarapan Finn tadi pagi.
                “Hahahaha, untuk itulah kau disini Ray.”
                “Aku lapar kau mau masak apa hari ini?”
                “Paprika bakar,” jawab Ray asal sambil terus mengeluarkan barang belanjaan satu persatu
                “Hei kau tahukan kalau aku tidak suka paprika,” Finn mengalihkan pandangan lahar panas tersebut ke pria yang masih sibuk mengeluarkan barang belanjaan dengan satu tangan itu.
                “Kan masih ada makanan sengmu, kau makan itu saja.”
                “Ohhhh, jangan begitulah Ray.” Ujar Finn dengan mimik sedikit memelas.
                GUK!!
Keheningan menyusup diantara partikel karpet merah yang tertumpah kopi beberapa waktu lalu dan juga diantara dua manusia yang sedang berdebat tadi. Mereka saling pandang, siapa salah satu dari mereka yang bisa mengeluarkan suara seperti itu.
GUK!!
Mata mereka saling bertemu sebuah tanda tanya jelas tergambar di retina mereka.
“Ray...,” Finn menguak kesunyian ini.
Ray mengalihkan pandangan sambil mempererat jaket kulit hitam tebalnya.
“Ray, apa yang kau sembunyikan?” tatapann Finn sedang menyelidik boneka putih yang ada dibalik jaket Ray.
“Tak ada!! Aku sudah selesai, aku akan menengok apakah kamarku masih utuh atau sudah porak poranda,” dengan cepat Ray berusaha lari ke kamarnya.
“Jangan bercanda Ray, lepaskan jaketmu!”
“Tidak,”
“Ayolah Ray apa yang kau lakukan dengan jaket kulit hitam tebal itu di musim panas seperti ini?” Finn sudah berhasil menghalangi jalan Ray menuju kamarnya.
“Dan kau sendiri, menonton “The Greatest Volcano” dengan susu dan nachos panas? Apakah itu tidak menentang musim panas namanya?” dalih Ray sambil terus berusaha melarikan diri.
“Musim panas disini kurang panas,” kini Finn mencoba memegang ujung jaket Ray, “hey, jangan pergi kau Ray.”
“Kurang panas bagaimana, dengan suhu 18° saja kita sudah kepanasan?” jawab Ray, “jangan tarik-tarik jaketku Finn.”
“Disini masih terlalu dingin mom bilang waktu dia honey moon ke Lombok cuacanya lebih panas dari disini, dan kulit dad langsung menghitam walau hanya berselancar dua jam saja.”
“Kalau begitu kau saja nanti yang kesana, sekarang lepaskan jaketku Finn!” tepat saat itu boneka dengan bulu-bulu putih menyembul dari balik jaket Ray.
GUK!!
“Prince??”

TBC...
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

24 Des 2012

Westlife Writing Competition

Assalamu'alaikum, Selamat Malam, Sugeng Dhalu , Bon Nuit ...

Hai… hai …hai …. Sudah 3 bulan nih, sejak kita bikin Kompetisi Fanfiction. Kita bikin lagi yuk J  

Alhamdulillah, Our Second  competition . . .

Sebelumnya sekali lagi, mewakili yang empunya page Neng http://www.facebook.com/Qorriza.putri.widyanti,  terima kasih kepada semua yang sudah join ke grup ini, dan makasih juga buat member yang udah promote grup ini :)

Westlife Writing Competition adalah kompetisi menulis fanfiction westlife yang dibuat oleh The Westlife Author . Kompetisi terbuka untuk semua WESTLIFER dan tentu saja bagi pemenangnya akan diberikan hadiah istimewa seperti pada kompetisi pertama. So come on join to our competition :) 

Syarat Peserta :


  1. Harus WESTLIFERS (tentunya)
  2. Kalian   harus sudah join http://www.facebook.com/groups/276696665765274/
  3. Add FB me    http://www.facebook.com/maria.triwiyani   (untuk tag naskah J )
  4. Hanya diperbolehkan mengirimkan Satu Karya Fanfiction
  5. Penyerahan Naskah dimulai dari tanggal 22 Desember 2012 - 31 Januari 2013


Kompetisi yang kedua ini, berjudul :  “Westilife Challenge Fanfiction”. Dengan hadiah utama  my very brand new novel ‘Beauty Love Adeline’  Insya Allah terbit Januari 2013   -  500 halaman.  

Agak sedikit berbeda dengan kompetisi yang sebelumnya, kali ini akan ada sedikit  tantangannya .

Ketentuan Naskah :

1.  Original
Naskah  yang kalian bikin HARUS ORIGINAL, bukan saduran, terjemahan, terlebih jiplakan. Ide harus dari kalian sendiri buatlah karya yang semenarik mungkin. Diperbolehkan menggunakan karakter buatan kalian sendiri.

2. Naskah Belum Pernah dipublikasikan di manapun.

3. Tipe Cerita :  Crosseover  Fanfiction   - (karena Original Novel ‘Beauty Love Adeline’ adalah crossover Fanfiction)  -
Menyatukan dua fandom dalam satu cerita, fandom Westlife dengan fandom salah satu serial tv yang kalian suka (barat, korea maupun jepang, asalkan bukan sinetron Indonesia)

4. Tema :  Keluarga, Misteri, dan sedikit humor   (bukan teenlit – terlebih cerita cinta SMA)

5. Panjang naskah : Minimal 10 lembar , maksimal 20 lembar.
font : Calibri
font size : 11

6. Non Slash (cinta sesama jenis) , Non Gore (plot penuh dengan darah, kekerasan, dan pembunuhan sadis) dan Non Lemon (cerita Sex dan Sexual Abuse) .

7.  Ketentuan memposting naskah :

  • Posting naskah kalian di Notes Facebook kalian, tag diriku  Maria ‘Adeline’ Triwiyani
  • kirimkan soft copynya by email ke   upiekiana@yahoo.com  dengan tagline  “I Joined Westlife Challenge Fanfiction”  di judul email , dan di akhir  naskah.


8. Naskah paling lambat diterima  20 Januari 2013   -  pukul  23:59

9. Naskah yang diikutsertakan di sini tidak boleh dipost selain di notes FB sampai tanggal pengumuman pemenang (seperti blog, fanpage dll)

10. Pengumuman Pemenang   10 February 2013

11. Penilaian :     1.  Originalitas cerita : Plot cerita yang baru dan berbeda dengan yang telah ada.
                       2. Penulisan cerita :  Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan bukan bahasa alay dan  
tidak disingkat-singkat penulisannya.
                           3. Isi cerita

12 Pemenang :    
1. Naskah terbaik pertama :   ‘Beauty Love Adeline’ (Hard cover)
2. Naskah  terbaik kedua   :   ‘Beauty Love Adeline’ (Soft cover)
3. Naskah Terfavorite        :   “Lovely Rose 1st Rose Trilogy”  (Hard Cover)
(Penghitungan Favorite dihitung dari jumlah like dan favorite pilihan peserta  lainnya)


OKEY !!  SELAMAT BERKARYA  :)

Original Post

18 Okt 2012

Friendship and Alliance - Part 14


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)


Friendship and Alliance - Part 14


Tentara kerajaan Eoghan semakin mendekati Ztromfist Forest. Ditengah perjalanan, salah seorang tentara berlari mendekati Gavin dan Thomas. Tak lupa tentara itu memberi hormat pada kedua pangeran kerajaan Eoghan itu.

“Pangeran, hamba melihat sebuah sinar terang yang berasal dari dalam hutan.” Kata tentara itu sambil menunjuk kearah datangnya cahaya itu.
“Baiklah, ayo kita kesana!” perintah Gavin.
“Tunggu dulu, apa kau yakin akan menuju ke cahaya misterius itu??” Thomas sedikit ragu dengan keputusan Gavin.
“Benar apa yang dikatakan pangeran Thomasleaghly. Aku khawatir ini hanyalah jebakan Finnick.” Caddaugh menambahkan perkataan Thomas.
“Perasaanku mengatakan, apa yang kita cari ada disana.”

Friendship and Alliance - Part 13


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)

Friendship and Alliance - Part 13


Derap kaki para prajurit yang terbalut baju zirah dan di persenjatahi dengan pedang dan perisai, digabung dengan pasukan berkuda lengkap dengan tombak panjang dan bendera besar yang menggambarkan lambang kerajaan Eoghan. Menghiasi perjalanan para pasukkan terpilih itu untuk menyelamatkan Pangeran Kian dan Mark serta Bryan dan Tuan Nicky di Ztromfist Forest. Di antara rombongan prajurit terpilih itu, diikut sertakan pangeran Gavinaughley, Pangeran Thomasleaghly dan Caddaugh. Tak lupa juga, Shane yang bisa dibilang sebagai biang keladi dari permasalahan ini juga ikut serta dalam rombongan itu.

Shane berada di atas kuda yang sama dengan Pangeran Gavin. Sebisa mungkin Shane mengendalikan ketakutannya sendiri. Tubuhnya masih berguncang hebat. Gavin yang masih murka dengan malapetaka yang menimpa adik dan sepupunya hingga dua orang kepercayaannya itu, merasakan ketakutan yang amat sangat dari tubuh kecil yang berada di belakangnya. Amarahnya sedikit meredah, mengingat begitulah reaksi adiknya jika sedang ketakutan. Dengan penuh sayang, Gavin menepuk tangan Shane yang melingkari pinggangnya untuk memberikan sedikit kekuatan untuknya. Awalnya Shane tidak percaya, bahwa Pangeran Gavin yang tegas, persis seperti Raja Kevin itu bisa memberikan tepukkan yang menenangkan itu.

Friendship and Alliance - Part 12


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)

Friendship and Alliance - Part 12


Kastil Sligeach – Kerajaan Eoghan  


Ratu Patriciarries melihat sekelebat bayangan kabur, yang perlahan menampak jelas,

Putra kesayangannya berubah bentuk menjadi sosok burung berwarna biru kehitaman dengan api yang membakar sayap sayap nya,
Sesosok gadis terpana, kaki nya menolak untuk berlari lebih jauh ketika melihat makhluk yang merupakan jelmaan  Kian, sudah berdiri di atas pohon maple, tepat dimana di bawah nya ia terduduk lemas dengan lutut yang menumpu kedua kaki nya.
    ''CATTLEYA.. AWAS!! '' jeritan itu sudah tak berguna lagi ketika angin datang menelan nya dan busur panah Kian sudah melekat tepat dimana jantung gadis itu tak henti nya memompa darah.
Seseorang menyeret gadis itu dari maplelonia sebelum Kian benar benar menghentikan denyut nadi gadis itu.

14 Okt 2012

Friendship and Alliance - Part 11


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)
Prev Part : Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10

Friendship and Alliance - Part 11

By Kiky Amallia  

Friendship and Alliance - Part 11 - By Kiki Amalia, revised by Maria

Pupil matanya melebar hingga nyaris keluar dari sarang nya. Mereka menjerit, pita suara mereka bergetar hingga membuat seluruh pepohonan beresonansi, dari pusaran air yang bergerak cepat membentuk lingkaran, muncul sosok gurita berwarna coklat tua dengan mata satu nya yang terbelalak.

Mereka tak tahan untuk tak menjerit, sesaat pita suara mereka lupa bagaimana caranya untuk berhenti bergetar. Mata hewan laut itu terpusat pada tujuh pemuda yang ada di hadapan nya, seakan ia tak punya pemandangan lain lagi yang lebih indah untuk membuat retina matanya berpaling dari Mark dan kawan kawan. Gigi nya yang bergeringi mulai terlihat seiring dengan bibir nya yang mulai terbuka, lalu ia melebarkan tentakel nya,

    ''Aaaaaaaaaaaaaa TOLONG!! '' Kian menjerit hebat ketika tentakel itu berhasil melilit tubuh nya dan membuat nya kehilangan kemampuan untuk melakukan respirasi.
Mark, Brian, Nicky, Shane, Viki dan Frey masih terdiam dengan mulut mereka yang menganga, desah nafas mereka masih terdengar sengal seiring dengan paru paru mereka yang belum bisa melakukan respirasi dengan normal. Mereka tak bisa berbuat apa apa, karna menyelamatkan Kian dari lilitan gurita itu sama saja dengan mencari korban selanjutnya.

9 Okt 2012

Friendship and Alliance - Part 10



Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)
Prev Part : Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9

Friendship and Alliance - Part 10


               Mark menelan ludah, tempat ini jauh lebih menyeramkan ketimbang hutan Dangerzard, terlebih lagi seseorang yang mengalihkan dunianya berada di sana.
               Melihat kaki mark yang gemetar hebat, Kian meletakkan tanggannya di bahunya, “Jangan takut Mark, ada penjelajah waktu disini, kalau ada monster datang menyerangmu Viki akan membawa kita ke tempat aman.”
               “Kian, mungkin Mark bukan mempermasalahkan monster, err, kau harus melihat ini.”, kali ini Nicky juga gemetar, jari telunjuknya mengarah pada tumpukan tengkorak yang berdebu, terkadang kelabang besar berwarna merah keluar dari rongga rongga mata tumpukan tengkorak tersebut.
               Glekk , Kian juga ikutan gemetar, tumpukan tengkorak itu sangat banyak jumlahnya, warnanya putih mengkilap karna terkena cahaya matahari yang malu malu masuk di antara dedaunan.
               “Mungkin kita harus lebih berhati hati, mereka pasti orang yang tersesat, semoga arwahnya tenang disini.”, sembur Frey dengan nada datar, matanya digoyangkan kesana kemari, melihat sekitar untuk mengecek apakah ada ‘sesuatu’ di dalam sana.

Friendship and Alliance – Part 9


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)
Prev Part : Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8

Friendship and Alliance – Part 9

                Ribuan kilometer jauhnya dari kerajaan Eoghan, dimana kabut hitam selalu menghiasi  sudut-sudut kota kecil itu. Kota yang berpopulasi tidak lebih dari seperempat populasi Eoghan berdirilah sebuah kastil megah bergaya gothic dengan lumut-lumut hijau menghiasi dinding pualamnya. Kastil tersebut bernama Sun Palace sedangkan kota yang selalu diselimuti kabut dimana kastil itu berpijak bernama Sol Falenas. Nama yang sangat bertolak belakang dengan rumor yang menyerbak diantara para pelancong. Kota Mati. Nama yang lebih umum terdengar di telinga para pelancong. Kota para pembuat dosa, pemuja dusta dan pecinta kematian. Para pelancong sangat enggan untuk singgah disana, bahkan dalam keadaan antara hidup dan mati. Hanya orang-orang yang termasuk dalam kalangan mereka sajalah yang berani menginjakan kaki ditanah kematian itu.

6 Okt 2012

Friendship and Alliance – Part 8


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)
Prev Part : Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7


Friendship and Alliance - Part 8
By Bella Filan               

       “Ma..Magentha seorang gadis yang berasal dari desa di tepi hutan Dangerzard.”
Mark sedikit tergagap dengan bibir bergetar tak karuan.
            “Kau yakin, Mark? Tapi mengapa aku tak melihat gadis itu?” Kian sedikit menyelidiki kegugupan temannya itu. Sangat ganjil jika hanya dia saja yang tak melihat gadis yang disebut Mark tadi. atau bahkan Nicky dan Bryan pun bernasib sama juga dengannya.
            “Sungguh,” Mark mencoba meyakinkan.
            “Ya sudah, sebaiknya kita langsung kembali ke kamar masing-masing. Setelah makan malam, kita kumpul di ruang rekreasi sebelah pintu masuk arah selatan.” Saran Kian bersamaan dengan datangnya Bryan dan Nicky menghampiri mereka.

Langit mulai memunculkan aura bercahaya oranye mengagumkan. Petang mulai datang dan beberapa waktu lagi malam akan menjelang. Mereka berlima segera lari menyusuri anak tangga bertingkat-tingkat menuju kamar masing-masing. Di saat Mark, Nicky dan Bryan sudah mendaratkan tubuhnya di kasur berbulu mereka, Kian malah membelokkan arah jalannya menuju pustaka kerajaan.

Friendship And Alliance - Part 7


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)
Prev Part : Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6


Friendship And Alliance - Part 7


Dengan berat hati Mark meninggalkan Maghenta sendirian dalam hutan.Namun langkah Mark terhenti karena Mark ingat akan sesuatu,sesuatu yang sangat penting untuk misi mereka. 

” Stopppp ! ” , Mark berteriak . Lalu ke-3 temannya berhenti berjalan. 
” Ada apa Mark ? ” , tanya Kian 
” Apa kalian lupa menanyakan sesuatu ke Maghenta tentang bagaimana kita memakan daun Frouzhee Tree itu ? ” 
” Sudah , lupakan masalah bagaimana cara kita memakan daun itu.Itu bisa kita pikirkan nanti jika sudah dirumah.Sekarang yang paling penting itu kita dengan cepat keluar dari hutan terlarang ini ! ” , seru Nicky.
” Ta...ta...ta...tapi ” , jawab Mark.Namun belum selesai Mark berbicara Brian sudah memotong pembicaraan Mark. 
” Udah gak ada tapi-tapian lagi.Sekarang ayo kita lanjutkan perjalanan kita.Ingat ! Kita hanya diberi waktu keluar dari hutan ini cuma 15menit,tidak lebih ! ” 

Akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju istana mereka di Eoghan.Namun,ditengah perjalanan mereka mendapati seekor kuda terbang(Unicorn) yang sedang kesakitan akibat sayapnya yang terluka karena diserang oleh burung peliharaan penyihir jahat . 

Friendship and Alliance - Part 6


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)
Prev Part : Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5


Friendship and Alliance - Part 6

Di pagi buta seperti ini, Nicky sudah keluar dan menunggu Bryan di belakang kastil. Nicky sudah mengasah pedang pemberian ayahnya dan berlatih pedang tadi malam.
“Mana sih Bryan” gerutunya dalam hati. Tak lama kemudia seorang bicah bertubuh tinggi datang menghampirinya.
“Maaf aku terlambat Nicky..”
“Ah, kamu memang jam karet Bryan, ayo cepat berangkat!” mereka berduapun melangkahkan kakinya untuk keluar dari kerajaan dan menuju hutan. Namun langkah mereka terhenti setelah sebuah teriakan memanggil mereka.
“Brian!! Nicky!! Tunggu aku!!” Nicky dan Brian segera menoleh pada sumber suara itu. Mereka berdua kaget bersamaan dengan siapa yang memanggil mereka. Ternyata Kianlah yang memanggil mereka.
“Hey! Tunggu aku!!” lalu kian sampai di hadapan mereka dengan nafas terengah-engah.
“Ki, kamu tidak seharusnya berada di sini..” ujar Brian
“Apa yang kamu lakukan di sini kian?” tanya Nicky.
“Aku akan ikut bersama kalian!”
“Hah?! Hey ingat kian, kau itu pangeran, kalau kau menghilang maka seuruh kerajaan akan sibuk mencarimu.”
“Benar, apalagi jika ibumu Khawatir hingga jatuh sakit.”
“Ayolah teman-teman.. aku sudah besar, aku bukan anak kecil yang harus di atur setiap saat. Aku juga harus menentukan pilihanku, dan ini adalah pilihanku.”
“Tapi..”
“Sudahlah, ayo kita berangkat sebelum kita ketahuan.”
Nicky dan Brian akhirnya memperbolehkan Kian ikut. Mereka mulai melangkah dari melangkahkan kaki mereka dari belakang kastil. Kali ini langkah mereka erhenti lagi akibat sebuah panggilan. Brian dan Nicky terluhat kesal karena sekali lagi mereka di cegat.

Friendship and Alliance - Part 5


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)
Prev Part : Part 1Part 2Part 3Part 4


Friendship and Alliance - Part 5

Kian, Bryan, Mark, dan Nicky berjalan bersama menaiki satu per satu anak tangga. Perpustakaan, itulah yang mereka tuju. Sesuai kesepakatan mereka, mereka akan pergi ke perpustakaan sore ini. Perpustakaan itu terletak di lantai tiga sebuah kastil. Tak jauh dari istana.

“Kreeekkk!” Bryan membuka pintu masuk menuju perpustakaan yang cukup besar itu.

“Woow, perpustakaan ini besar sekali!” Nicky terkagum-kagum. Di lihatnya sekeliling perpustakaan itu. Terdapat rak-rak besar berjejer di ruangan itu dengan buku-buku yang tersusun rapi. Sore seperti itu, perpustakaan itu sepi. Orang-orang istana saat sore memang sibuk menjalankan aktfitas masing-masing. Berbeda ketika waktu pagi atau pun siang. Dan memang saat sepi seperti itulah yang diinginkan mereka. Karena jika sepi, mereka akan bisa lebih fokus untuk mencari sesuatu yang mereka ingin dapatkan.

“Aku sendiri tak menyadari perpustakaan ini sebesar ini.” kata Kian yang kemudian mulai berjalan menuju rak buku yang berada di sudut paling kiri dan diikuti Bryan, Mark, dan Nicky. Tangannya kini mulai meraba setiap buku yang ada di sana. Dibacanya tiap judul buku yang disentuhnya dengan teliti. Ah, berada diperpustakaan seperti ini memang terasa janggal untuknya. Andaikan tiap buku yang di sentuhnya bisa menghasilkan nada harmonisasi, mungkin Kian akan mengunjungi perpustakaan itu setiap hari.

Friendship and Alliance - Part 4


Summary : Ini adalah project cerita berantai di The Westlife Author yang dikerjakan oleh berbagai macam author yang ada disana. Enjoy :)
Prev Part : Part 1Part 2Part 3


Friendship and Alliance - Part 4

       “Mungkinkah anak itu punya kemampuan semacam Ventriloquism?”   
       Kian menoleh kearah kearah sumber suara. Suara itu berasal dari Nicky.
       “Ha?”
       “Yeah, seorang ventriloquist bisa berbicara tanpa menggerakkan bibirnya.” Kata Nicky lagi. “Ada orang yang mempunyai kemampuan ini. biasanya seperti komedian yang memiliki partner sebuah boneka dan mengisi suara boneka itu tanpa terlihat berbicara…”
       “Nicky, ayolah.” Bryan menghela nafas.“Aku menghargai usahamu untuk berpikir realistis. Tapi apa kau lupa apa yang terjadi kemarin? Begitu banyak kekuatan gaib yang dimiliki anak itu. Sampai sekarang apa kau pernah melihat manusia berambut hijau? Ventilasi atau apalah namanya itu tetap tidak bisa mengubah anggapan bahwa anak itu “spesial”…”
       “Ventriloquism…” Nicky mengoreksi.
       “Ya terserah…” tanggap Bryan.
       “Ya, aku mengakui aku memang berusaha lari dari kenyataan aneh yang baru-baru ini terjadi padaku. Oh…padahal sebelum ikut ayahku kesini, hal paling aneh yang pernah kulihat adalah salah satu kuda yang ditunggangi ayahku ternyata suka makan daging.” Nicky menghela nafas. “Dan semalam aku melihat makhluk aneh yang punya kekuatan gaib.”
       “Bukan makhluk aneh.” Kian menyela. “Dia dikutuk.”
       “Oh iya.” Nicky berkata datar.
       Hening beberapa saat.
       “Aku rasa kita memang harus memenuhi permintaan anak itu.” Mark menatap Kian.
       Kian menarik nafas dalam-dalam. Sebuah permintaan. Sebuah permintaan paling gila yang pernah diminta seseorang padanya. Pikirannya melayang pada kejadian yang terjadi kemarin malam, di penjara bawah tanah itu.

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik