Tampilkan postingan dengan label my project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my project. Tampilkan semua postingan

1 Jul 2015

#FF2in1 - Mikroba

Mikroba

Botol-botol kaca berisi berbagai hewan yang diawetkan adalah teman baiknya, mikroskop dan alat-alat bedah juga adalah teman baiknya. Jangan kalian kira aku tak punya teman berbentuk manusia, well memang aku tak punya. Menurutku manusia lebih rumit daripada gen atau DNA yang harus aku teliti.
Aku masih meneliti mikroba yang dibawakan seniorku beberapa minggu lalu, katanya sih jenis mikroba ini belum pernah ia lihat sebelumnya. Mungkin dengan progress penelitiaan mereka sekarang yang sudah mencapai 50% ini bisa mencatatkan nama mereka di wall of fame kampus yang berisi prestasi menakjubkan di kampus mereka, kalau bukan karena masalah itu.
Aku masih terfokus pada mikroskop di depanku, saat itu pintu lab terbuka dan aku bisa melihat dia yang tentu saja bersama wanita yang berbeda hari ini. “Ren, jangan disini ahh ada orang tuh.” Pria bernama Ren tersebut mengacuhkannya dan mulai melumat habis bibir gadis di depannya yang tentu saja dengan penuh nafsu dan sesekali meliriku penuh makna.
Aku diam tak tahan sebenarnya, aku mendesah kemudian membereskan berkas-berkasku dengan hati kesal dan mata berair. “Hei gadis mars diam disitu.” Ren menghentikan cumbuaanya pada gadis itu, menyelipkan beberapa lembar dan mengusirnya dengan kasar.
“Lu, mau apa?” aku menatapnya sinis, “gue bukan cewek murahan kaya dia!” Ren memegang tanganku, aku hanya menatapnya jijik. Ia berubah.
“Sha, gue masih sayang sama lu sha. Gue lakuin itu semua karena gue gak bisa ngelupaiin lu sha. Please maafin gue, gue gak bakal nyakitin lu lagi, gak bakal maksaiin kemauan gue lagi. Ayo Sha kita sama-sama ikut lomba itu, ayo kita bawa michi –panggilan itu mikroba temuannya—jadi juara di lomba itu dan wajah kita berdua bisa sama-sama dipajang di wall of fame seperti mimpi kita dulu.” Ren memohon dengan penuh iba.

Aku sudah muak dengannya, aku lepaskan cengkramannya tersebut. “Ren dengan kamu gonta-ganti pacar dan make out depan aku itu malah buat aku yakin 100% kalau kamu itu emang cowok brengsek!” aku membentaknya dan hendak pergi, “aku gak butuh cowo lemah kaya kamu untuk dipajang berdua sama aku di wall of fame. Goodbye Ren.”

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

#FF2in1 - Playboy Heart

Playboy Heart

Saat itu istirahat siang, Dana seperti biasa bersama Gang Serigala –jangan tanya kenapa—sedang duduk-duduk santai di kantin menikmati mie ayam gratis dari fans mereka.
“Dan, itu ajakan si Refa gimana? Dia minta jalan hari Sabtu sama lu tuh!” Dana tak menghiraukan ucapan temannya itu, bahkan ia mengacuhkan mie ayam kantin yang terkanal lezat itu. Matanya kini tengah menatap seorang gadis di depannya.
Saras, gadis pindahan dari kampung itu benar-benar mencuri perhatian playboy kelas kakap SMA Harapan ini. “Pradana Adi Kusuma, si Refa ngelirik kesini mulu tuh. Gimana jawaban lu?” lagi temannya meminta perhatian Dana yang hanya dijawab dengan gelengan kepala dan Dana yang melenggang pergi.
Ia melenggang pergi dan meninggalkan uang 50 ribu di meja kantin, “itu buat bayar mie ayam dan bilang sama Refa gue gak bisa jalan sama dia. Sama dia maupun cewe-cewe lainnya, i’m out.” Ketiga temannya hanya bisa menatap Dana tak percaya, kesambet setan apaan tuh playboy satu.
Dengan langkah pelan Dana, mengikuti Saras yang tadi meninggalkan kantin. Senyum merekah di wajahnya, hatinya yang dulu mati kini kembali hidup berdetak tak karuan. Ia tersipu mendengar detak jantungnya sendiri. Hanya dengan bertemu dengan gadis itu, ia merubah segalanya.
“Hai.” Dana menyapa gadis tersebut kemudian tanpa permisi ia duduk disampingnya, “gak apa-apa kan duduk disini?”
Gadis itu mengangguk dan mengalihkan wajahnya yang sebersit terlihat tersipu malu, “kenalin gue Dana nama lu Saras kan?” ia hanya diam dan membalas dengan senyum simpul.
Kembali detak itu datang dan kembali tak karuan suaranya, Dana harap Saras tak mendengarnya. Kikuk kembali hadir mengisi sela diantara mereka, tak pernah sekalipun seorang Pradana Adi Kusuma mati gaya di depan seorang cewek. Tidak pernah ada dalam sejarah hidupnya.
“Bunga mataharinya bagus ya, dulu di kampung Ayah buatin saya taman kecil di depan rumah. Tapi sekarang udah gak bisa. Rumah kami sekarang gak bisa buat nanam tanaman.” Saras memecah keheningan diantara mereka.
Dana menatapnya dan entah terbesit dari mana ide tersebut ia mengucapkannya, “kalau gitu kita tanam aja disini. Nanti aku yang minta izin sama gurunya, kamu mau kan?”
Wajah Saras berbinar bahagia dan dari taman bunga itulah Dana menemukan pelabuhan playboy terakhirnya. Seorang gadis yang tanpa diduga telah menaklukan Dana dalam diam. She knock out his playboy heart.


Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

24 Jun 2015

#FF2in1 - Origami

Origami
Mentari menelisik masuk kamarku penuh dengan kardus-kardus menumpuk, baju-baju yang setengah tersusun di dalam koper, puluhan buku yang masih tersusun rapi di dalam rak. Biarkanlah itu semua aku dapat membereskannya nanti, kini aku masih membongkar buku-buku kuliah lamaku. Lembar-lembar binder penuh coretan dari tulisan dosen di papan tulis hingga doodle kebosananku. Tawa kadang terlepas tiap melihat catatan yang membawaku ke masa lalu. Kusingkirkan lembar binder tersebut, kini kuberalih pada buku-buku tebal yang sanggup membuat pingsan seseorang bila kejatuhannya. Buku tentang berbagai ilmu ergonomi, produksi dan macam hal lainnya. Satu buku menarik perhatiannku, de garmo itulah penulisnya. Aku ingat buku berbahasa inggris nan tebal yang harus kubawa tiap mata kuliah dosen-paling-menyebalkan-itu, aku tertawa lagi.
                “Hahahaha, kangen juga sama buku ini. Ibu Priti masih ngajar nggak ya di kampus?” tanyaku sambil mengambil buku yang beratnya bisa sampai tiga kilo itu.
Aku membuka asal halamannya dan tanpa sengaja selembar origami berbentuk hati jatuh. Mataku terpaku aku masih menginggat origami ini, origami yang diberikan olehnya. Origami ini pun mengambil alih pikiranku kembali ke tujuh tahun yang lalu.
                “Raja!! Balikin buku de garmo aku, kamu tau kan Si Priti itu bisa nyebelin banget kalau ada mahasiswa yang nggak bawa tuh buku keramat.” Aku berlari mengejar Raja
                “Iya nanti jam ketiga gue balikin ke lu ya!” Raja pun berlalu dengan santainya.
Jam ketiga pun telah berlalu, aku menunggu Raja di taman tangah kampus. Mencari sosok pria dengan rambut cepak dan berkumis tipis itu.
                Dia terlihat di ujung tangga sana melambai kepadaku. “Lama, buruaan udah mau masuk nih kelasnya.” Raja hanya tersenyum jahil dan segera memberikan buku itu kepadaku.
Tanpa basa-basi aku berlari menuju kelas-terakhir-di-sorehari-dengan-dosen-paling-menyebalkan-itu, selamatnya dosen itu belum datang saat aku sampai di kelas.
                “Thanks god!” aku mengatur napas sejenak dan terpaksa harus duduk di depan karena bangku belakang sudah penuh.
Tiga puluh menit berlalu tanpa kehadiran Bu Priti, kemudian salah seorang temanku yang dengan ajaib bisa dekat dengan Bu Priti memberitahukan bahwa beliau tak bisa masuk karena harus ke dokter gigi.
                “Sial.” Rutukku aku segera keluar kelas mengendong buku de garmo itu dan tanpa sengaja selembar origami terjatuh.
Aku segera mengambilnya, disana tertulis sebuah puisi cinta milik shakespeer dan pernyataan cinta dari Raja. Tak sampai kagetku selesai, Raja sudah berdiri di depan pintu kelas tersenyum penuh arti padaku.
Kembali pada masa ini, aku tersenyum menatap sasi bisu cinta masa mudaku. Aku tersenyum pahit, ingin hati meremas origami tersebut menginggat segala hal yang dilakukan Raja kepadaku. Dia baik, pria terbaik yang pernah kutemui atau mungkin pria bertopeng terbaik yang pernah aku temui. Ia masih pria baik hingga ia dengan teganya meninggalkanku tanpa kabar dan pulang dengan cincin dan seorang wanita hamil digandengannya.
                “Sialan!” aku meremas origami tersebut dan melemparnya ke tong sampah.

“I hate this part paper hearts, and I’ll hold a piece of yours...”

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

17 Jun 2015

#FF2in1 - Tebing

“Jon!” teriakan itu bergema untuk yang kesepuluh kalinya.

Aku tak mempedulikannya, tangan ini masih meraba-raba mencari celah diantara bebatuan tebing. Kakiku masih mantab berpijak di salah satu bebatuan. Mataku masih memberikan fokus terbaiknya di tebing ini dan aku terus mendaki.

“Woi, Jono istirahat dulu lu. Lu belum berhenti dari kita tracking tadi!” peringatan itu berkumandang lagi dari teman-teman di bawahku.

“Tanggung, waktunya sebentar lagi nih.” Jawabku terengah-engah, teman-temanku hanya bisa menghela napas lalu membereskan peristirahatan mereka dan bersiap-siap menyusulku.

Mata dan otakku kini difokuskan pada bebatuan tebing di depanku. Tebing ini sudah kutaklukan puluhan kali baik sendiri, bersama ASTACALA –mahasiswa pecinta alam di kampusku-, maupun bersamanya. Ya bersamanya, bersama gadis berkuncir kuda tersebut. Gadis yang berhasil mengalihkan fokus mata, otak dan hatiku dari tebing ini kepadanya. Gadis yang telah memberikan beribu makna kehidupan kepadaku. Mengajarkan arti dari sebuah cinta dan kasih sayang yang bukan melebihi orang tuaku tapi memiliki tempat tersendiri di tiap ruang hatiku. Dari semua itu pula, dia gadis yang juga merenggut semua kupu-kupu yang ia ciptakan dari perutku.

“Argh, sial.” Aku salah memegang celah tebing dan hampir membuatku terperosok jatuh bila tidak dengan sigap aku meraih batuan menojol di dekatnya.

“Fokus Jon, fokus. Tinggal beberapa meter lagi.”

Kembali aku memfokuskan diri pada tebing di depanku. Lalu mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuanku untuk memanjat sisa tebing itu. Tidak terlalu sulit juga bila aku sudah bisa fokus pada tebing di depanku. Tidak berselang lama aku sudah sampai di puncaknya, keringat sudah bercucuran membasahi kaus hitamku. Aku melihat ke bawah dan teman-temanku sudah hampir setengah jalan memanjat tebing ini.

“Woi, kalian buruaan tinggal sepuluh menit lagi nih waktunya.” Teriakku sambil melihat jam tangan yang menunjukkan waktu pukul 14:35.

Aku mendengarkan teriakan dari bawah sana menandakan bahwa dalam sepuluh menit kedepan mereka sudah akan sampai disini.

Kutelusuri puncak ini, mengorek kenangan yang seharusnya kuhilangkan. Ratusan kali mencoba maka ratusan kali pula aku gagal dan puluhan kali juga aku kembali ke tebing ini. Aku duduk di depan sebuah batu besar. Batu yang benar-benar besar hingga orang bisa duduk diatasnya. Aku menatap batu itu lama.

“Jon, sudah jam 14:45.” Dewa salah seorang temanku menyadarkanku.

Kini aku berdiri masih menatap batu besar itu, nanar. Aku mengeluarkan sebuah kotak beludru dari kantung celanaku.

“Sheila will you marry me?” aku menahan nafas, mencoba bertahan agar air mata ini tak lolos dari mataku.

Sheila orang yang membuatku jatuh hati dan membuatku benar-benar gila saat kehilangannya dua tahun lalu di tebing ini, di batu besar ini. Semuanya masih terekam jelas tentang rencanaku melamarnya di tebing ini, tentang perjalanan kami dan tentang ia yang terjatuh dari batu besar ini.

Untuk Sheila
Sahabat, Petualang dan Kekasih Hatiku
22 Jul 1990 – 23 Jul 2015

Love Jon



Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

1 Jun 2015

Menulis Random Setiap Hari 2015 by Nulisbuku.com

WOW!!
Rasanya nih blog sudah sangat berdebu dan usang sekali dilihat dari post terakhir aku yang well tertanggal 04 September 2013 dan sekarang tertanggal 01 Juni 2015. Jadi bisa dikira sudah hampir dua tahun nih blog gak terisi dan tak tersentuh. Hahahahaha what a pity...

Oke daripada ngobrol ngarol ngidul gak jelas dan bikin nyesek, mau kasih info dan bakalan jadi project liburan gue selain harus magang! yaitu #NulisRandom2015

Project dari NulisBuku.com yang menurut gue bagus buat GUE dan KALIAN yang merasa mulai kehilangan semangat dan kerajinan buat nulis lagi.

Dikutip dari fanspage NulisBuku.com:
Ajakan Menulis Random Setiap Hari! ‪#‎NulisRandom2015‬
Kita semua setuju bahwa perjuangan untuk menulis setiap hari, di setiap pagi itu adalah pergumulan hampir setiap orang di dunia. Mungkin saja rasa yang memberatkan adalah disebabkan tidak adanya teman seperjalanan.
Karena itu, mulai hari Senin, tanggal 1 Juni 2015 ini, kami ingin mencari teman seperjalanan menulis setiap hari. Benar, Siapa saja!
Syaratnya hanya satu: TIDAK ADA SYARAT.
Kamu boleh menulis apapun, sebanyak apapun bahkan jika memang hanya ingin menuliskan satu paragraf saja juga boleh.
Tujuan ajakan ini hanya satu: Kita ingin mengelabui otak kita supaya kebiasaan menulis ini menjadi sebuah kebiasaan rutin yang harus kita lakukan. Seperti menggosok gigi setiap pagi. Serta, aku harap kita bisa bersenang-senang dalam menulis tanpa takut dianggap tidak inspiratif, bodoh, dan lain sebagainya.
Berani?
CARANYA:
Posting tulisanmu di notes Facebook-mu, atau boleh juga di blog pribadi. Kemudian bagikan link postingan tersebut kepada siapa pun yang ingin kamu bagikan. Boleh tag siapa pun. Silakan juga jika ingin memposting paragraf pertama dan link blogmu di grup Nulisbuku Comunity yang ada di Facebook ini.
Ajakan ini akan berlaku mulai Senin, 1 Juni 2015 hingga Selasa, tanggal 30 Juni 2015. Kamu bisa mempersiapkannya dari sekarang. Mulailah banyak membaca buku, artikel atau apa saja sebagai bahan supaya tidak kehabisan bahan bakar di tengah-tengah perjalanan.
Pada hari terakhir nanti, kita akan bagikan pengalaman ini. Aku yakin kita akan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang berbeda-beda.
Siap? Mari memulai petualangan ini bersama, kita mulai menulis di hari pertama, Senin, tanggal 1 Juni 2015!
Be Brave!
Nah udah baca kan syaratnya apa, bagi gue lumayan buat ngasah tulisan lagi yang dirasa makin alay saking jarangnya nulis lagi.

Sekian dulu kayanya buat hari ini, buh-bye :*

3 Sep 2013

The Carpenter ch.1

holaaaaaaaaaaaaa, blognya udah berdebu ya :?
hehehehe, maaf karena jarang update lagi, entah kenapa pak ilham sama pak mood jarang dateng nemuin aku #eaaaa

stop kali ini mau share ceritaku yang terinspirasi sama Finn-nya mamak keav :D
so enjoy aja yaa :)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

The Carpenter

                Hutan itu tampak hebat dengan ribuan pohon tinggi menjulang berlomba-lomba mencapai kaki langit. Berbagai tumbuhan tropis pun tampak menyemarakan hutan hebat tersebut. Disela-sela keagungan hutan tersebut terdengar suara riuh rendah para penghuni hutan. Mulai dari yang tingginya berpuluh-puluh meter hingga hanya beberapa meter saja, mereka semua seperti mengadakan lomba lari massal yang diikuti oleh semua penghuni hutan. Burung-burung berkoak ramai memeriahkan suasana perlombaan itu, para predator mengaum keras tak mengindahkan berbagai hewan yang biasanya akan membuat mata mereka kelaparan. Keagungan hutan sekarang seperti tertutup oleh kekacauan perlombaan lari ini. Mata para hewan itu tampak keakutan menatap langit yang sudah berubah senja walau sekarang terbilang masih pagi. Bintang-bintang hitam menghiasi pagi berlangit senja ini. Langit seperti mengadakan parade bintang jatuh walau mereka tak dapat mengabulkan satu permohonan pun dari para penghuni hutan.
                Di tengah hutan tersebut berdiri dengan megah sebuah gunung raksasa. Gunung itu tampak menjulang diantara ribuan pohon yang menghiasi hutan hebat tersebut. Ia adalah pusat dari hutan hebat itu. Gunung yang dahulu adalah sumber kehidupan para penghuni hutan, kini tampak berang. Asap sudah mengepul hebat mengeluarkan abu vulkanik dan berbagai material bumi yang dengan segera merasuk dalam sistem respirasi para penghuni hutan. Secara perlahan dari mulut kawah terlihat semburan merah yang semakin membesar dan mulai memuntahkan batu-batu api yang segera membakar hutan hebat itu. Lava merah menyala segera keluar dari mulut kawah menyelimuti gunung agung tersebut. Para penghuni hutan berlari semakin cepat dengan bahaya tepat dibelakang mereka. Kini lava sudah mulai turun mengikuti aliran sungai dibawah gunung agung tersebut. Lavanya yang panas sewarna dengan senja di langit pagi ini, dengan letupan-letupan kecil yang dalam beberapa detik segera menyapu bersih apapun yang mereka lewati. Keadaan bertambah semarak dengan hujan meteor dan...
                TING..TONG...
                “Finn, buka pintunya,” sebuah suara manusia memecah keadaan hutan tersebut.
                TING...TONG...
                “Ayolah Finn aku tahu kau sedang di dalam, cepat buka pintunya.”
                Dengan segala keengganan seorang pria blonde berdiri dari singasananya yang telah turun bebeapa centi karena terlalu lama ia duduki.
                “Ahh, lama sekali kau membukakan pintu.” Dari arah pintu segera masuk seorang pria dengan satu kantung belanjaan di tangan kiri, dan tangan kanannya yang entah memegang apa. Mungkin boneka dilihat dari bulu-bulu putih yang menyembul dari dalam jaketnya.
                Finn kembali duduk disinggasananya melanjutkan menonton “The Greatest Volcano” ditemani dengan segelas susu hangat dan beberapa nachos yang dibelinya dalam perjalanan pulang ke apartemen ini.
                “Kau belanja apa saja?” tanya Finn dengan mata masih terfokus pada adegan lahar panas di depannya.
                “Apa kau tidak lihat kulkas kita sudah kosong melompong seperti itu?” jawab Ray ketus.
                “Ditinggal beberapa hari saja sudah seperti ini, baagaimana nanti. Kuyakin kau hanya akan bertahan hidup dengan makanan seng itu.” Ray menatap tumpukan kaleng kosong bekas sarapan Finn tadi pagi.
                “Hahahaha, untuk itulah kau disini Ray.”
                “Aku lapar kau mau masak apa hari ini?”
                “Paprika bakar,” jawab Ray asal sambil terus mengeluarkan barang belanjaan satu persatu
                “Hei kau tahukan kalau aku tidak suka paprika,” Finn mengalihkan pandangan lahar panas tersebut ke pria yang masih sibuk mengeluarkan barang belanjaan dengan satu tangan itu.
                “Kan masih ada makanan sengmu, kau makan itu saja.”
                “Ohhhh, jangan begitulah Ray.” Ujar Finn dengan mimik sedikit memelas.
                GUK!!
Keheningan menyusup diantara partikel karpet merah yang tertumpah kopi beberapa waktu lalu dan juga diantara dua manusia yang sedang berdebat tadi. Mereka saling pandang, siapa salah satu dari mereka yang bisa mengeluarkan suara seperti itu.
GUK!!
Mata mereka saling bertemu sebuah tanda tanya jelas tergambar di retina mereka.
“Ray...,” Finn menguak kesunyian ini.
Ray mengalihkan pandangan sambil mempererat jaket kulit hitam tebalnya.
“Ray, apa yang kau sembunyikan?” tatapann Finn sedang menyelidik boneka putih yang ada dibalik jaket Ray.
“Tak ada!! Aku sudah selesai, aku akan menengok apakah kamarku masih utuh atau sudah porak poranda,” dengan cepat Ray berusaha lari ke kamarnya.
“Jangan bercanda Ray, lepaskan jaketmu!”
“Tidak,”
“Ayolah Ray apa yang kau lakukan dengan jaket kulit hitam tebal itu di musim panas seperti ini?” Finn sudah berhasil menghalangi jalan Ray menuju kamarnya.
“Dan kau sendiri, menonton “The Greatest Volcano” dengan susu dan nachos panas? Apakah itu tidak menentang musim panas namanya?” dalih Ray sambil terus berusaha melarikan diri.
“Musim panas disini kurang panas,” kini Finn mencoba memegang ujung jaket Ray, “hey, jangan pergi kau Ray.”
“Kurang panas bagaimana, dengan suhu 18° saja kita sudah kepanasan?” jawab Ray, “jangan tarik-tarik jaketku Finn.”
“Disini masih terlalu dingin mom bilang waktu dia honey moon ke Lombok cuacanya lebih panas dari disini, dan kulit dad langsung menghitam walau hanya berselancar dua jam saja.”
“Kalau begitu kau saja nanti yang kesana, sekarang lepaskan jaketku Finn!” tepat saat itu boneka dengan bulu-bulu putih menyembul dari balik jaket Ray.
GUK!!
“Prince??”

TBC...
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2 Agu 2012

Catch My Breath - Part 5 *My Angel Wings*


-My Angel Wings-

Prev : Part 1Part 2Part 3Part 4

     Samar-samar  aku mendengar nyanyian sebuah lagu yang sudah sangat familiar di telingaku
         
 I believe in angels something good in everything I see (everything I see yeah) I believe in angels (I believe in angels) when I know the time is right for me (time is right for me) I’ll cross the stream. I have a dream’
     Suaranya terdengar lembut. Akupun menelusuri sumber suara tersebut. Seperti takdir yang sudah dituliskan oleh tangan tuhan aku menemukan kamar 103 yang sedang kucari, dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah menemukan seseorang yang berada di dalam situ. Seorang gadis cantik dengan rambut pirang terkuncir mengenakan jas putih bersih, duduk dikelilingi oleh anak-anak kecil yang sepertinya pasien kamar tersebut. Dia tampak asyik menyanyikan lagu tersebut, disertai dengan penonton kecil yang setia mendengarkannya. Aku mengintip dari jendela pintu, menikmati tiap detikku memandanginya wajah cantiknya yang mungkin dalam keadaan normal tidak bisa kulakukan karena hanya bagian punggungnya yang dapat kulihat meninggalkan diriku lengkap dengan muka cemberutnya.

19 Jul 2012

BSO

holla molla bonsoir moi ami *kissu*
hehehehehe, oke now is back wif me againnnnnn ???
anyone missing me ?? ;)
yang kangen gue sumpahin tambah ganteng+cantik deh, klo yg kaga ?? hmmmmm :/

oke back to topic, silahkan kalian baca judul postingan saya kali ini
BSO !!!
apa itu BSO ??
*tetotetot* basooooooo
SALAHHH !!!
*tetottetot* temen.a BSI ??
SALAHHH !!!!


BSO itu !!!

16 Jul 2012

Moonlight - Chapter 2


MOONLIGHT

Rating    : M (17+)
Genre     : Adventure, Tragedy
Warning : Violance, Whodurnit, Savage, Sadisme 

Summary : Kira Shirogane and Ryuki Harada has a sibbling, both of them are a great fighter. one night when the moonlight so beautiful they start their adventure

Chapter : Chapter 1

12 Jul 2012

Moonlight - Chapter 1


MOONLIGHT
Rating    : M (17+)
Genre     : Adventure, Tragedy
Warning : Violance, Whodurnit, Savage, Sadisme

Summary : Kira Shirogane and Ryuki Harada has a sibbling, both of them are a great fighter. one night when the moonlight so beautiful they start their adventure

Chapter : -

10 Jul 2012

SUIKODEN DAY 2012

okeeee sorry for the long hiatus hahahahaha
now i'm back with a very AWZM news about SUIKODEN !!!
yeah what else is
SUIKODEN DAY 2012

okeeeee, i'm over excited eith this news (who dont) hahaha. oke so this is the news !!

SUIKODEN DAY 2012 shall be held on November 30th 2012, worldwide


Feel free to participate and enter any of the competitions as soon as it is November 30th in your area of the globe! There will be a 1st and 2nd placed prize for all competitions. Competition winners will be announced on December 17th 2012 to coincide with the original release date of Suikoden II :D 
All competitions will be analysed by a panel of judges who will judge each entry with marks out of 10.

I encourage you to look forward to and discuss SUIKODEN DAY 2012 at the main Suikosource thread, if you please:

http://www.suikosource.com/phpBB3/viewtopic.php?f=70&t=12805


Below are the rules and criteria for this years competitions.

29 Jun 2012

Catch My Breath - Part 4 *My Destiny*

-My Destiny-

Prev : Part 1Part 2Part 3

     Aku masih bisa melihatnya berjalan keluar meninggalkan aku yang masih terheran dengan sikapnya tadi. Kenapa dia begitu ketus padaku ?? Apa ada yang salah dengan perkataanku tadi ?? Seingatku aku tidak mengatakan hal yang aneh, yang kukatakan tadi sudah wajar sebagai teman yang sudah lama tidak bertemu bukankah wajar kalau kita membahas tentang masa lalu ?? Apa aku pernah melakukan kesalahan padanya ?? atau dia benar-benar lupa padaku?? Berbagai pertanyanpun datang terus-menerus dalam otakku tapi tak ada satupun dari pertanyaa itu yang kutemukan jawabannya. Aku melihat kesellilingku, utungnya pertengkaranku dengan Sharon tadi tidak terlalu menyedot perhatian pengunjung disini. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja. Sambil membereskan barang-barangku aku memanggil pelayan untuk membayar pesananku tadi.

18 Jun 2012

Catch My Breath - Part 3 *I Found You Once Again*

-I Found You Once Again-

Prev : part 1part 2

     Aku masih termenggu melihat sosoknya yang sudah pergi itu, jantungku pun masih berdetak cepat.
‘itu dia, gadis yang ada di dalam mimpiku, tapi kenapa dia bisa berada disini ??’ pikirku, dan aku mulai menyalahkan diriku sendiri lagi ‘kenapa tadi aku tidak lebih cepat melihatnya, kenapa aku bisa tidak menyadari suaranya, suaranya begitu jelas dalam mimpiku, kenapa, kenapa, kenapa aku tidak menyadarinya lebih awal kurasa dia tidak duduk jauh dari kami, Damn you Mark’ aku masih saja diam ditempat hingga seseorang menepuk pundakku.
           “Mark!!! Lu kenapa??”
           “hah ??” aku belum sadar sepenuhnya
           “Mark, lu diliatin orang tau gak !!” bisiknya, dan itu membuatku sadara sepenuhnya. Memang benar aku telah menjadi pusat perhatian mereka.

9 Jun 2012

Catch My Breath - Part 2 *Finally I Found You*

-Finally I Found You-

Prev : part 1   

     Kami sedang dalam perjalanan menuju kantor Simon di daerah London untuk membicarakan entah apa itu, paling album baru (sok tau) yaahh terserahlah aku benar-benar unmood banget sekarang. Yaa aku masih kesal dengan sandwich manusia pagi tadi. Hari ini Shane yang membawa mobil, mungkin karena waktu yang sangat mepet untuk sampai ke kantor Simon on time, dan gak mau kena omelan si Simon lagi, well we give it to the pro Shane Schumacher (jangan tanya kenapa dijuluki begitu, 2 jam Dublin-Sligo yang normalnya 3 jam it's crazy, tapi kukira dia tidak akan segila itu setelah memiliki Gillian dan Nicole, yeahh let we see) Kian duduk disampingnya sedangkan aku dan Nicky dibelakang.

2 Jun 2012

Catch My Breath - Part 1 *My Dream*

-My Dream-

     Hari itu aku sedang berada di Paris untuk exchange trip, dan kemudian aku melihatnya. Gadis itu, gadis yang sedang duduk di bangku sekitar eiffel tower. Entah mengapa gadis berambut pirang sebahu, berkemeja biru dan celana jeans itu menarik perhatianku. Kemudian tanpa sadar aku menghampirinya entah keberanian darimana aku saat itu, padahal Shane dan Kian tidak sedang bersamaku. Dan dengan segenap keberanian aku menyapanya.

27 Mei 2012

25 Apr 2012

-Ray Life-

Holla moi name is Flarisha Francis Falenas, and yeah I’m half french and irish. I live wif my momma and dadda in Dublin now.


My dad is Ferid Egan Falenas he’s from Lyon, France and my mom is Arshtat Jade Roosevelt she’s from Dublin, Ireland.


I have one brother he’s 5yrs older than me, his name is Freyjadour Francis Falenas. He’s in Paris now, to continue his collage there.


Although I’ve a frenchman in my blood, I can’t speak french. Well yeah my dadda is move out from Lyon to Dublin when he’s 10y.o, but he still speak french sometimes, he still has his french accent. He teach us o’course. I’m not good enough but my brother is quite good :/


My mom is an Irish she’s born, grown up and live in Ireland. But IDK where she got tha ‘Arshtat’ name I think tha is a french name ?? :o Maybe my grand grand grand grandfather is from france ?? Hahaha, she can speak gaelic good enough, she born in sligo but move put to Dublin when she 12y.o


My brother is 5years older than me, he got a students exchange program in Paris Descartes University take a science of humanity majors. Wow :o he’s a very smart person, I’m very proud of him. I love him so much the best brother in da world I think ;) I miss him already. He’s went to Paris this early year. Hmm tha why no doubt I’m a lil bit brother complex :p


Ok that’s all bout my fam haha. Now bout me yeahh.
I’m 18y.o. now I take a social science major in Trinity College Dublin. I’m 170cm, 53kg wif a baby blue eyes and straight brown hair. I’m a tomboy. Yeah a lil bit. But I still like wear a dress sometime. I love music very much, but I’m very old-school girl. My favorite singer is Mariah Carey. She is so amazingggggg I just had a dream tha someday I’ll meet her. Because I’m an old-school girl I don’t know who is popular right now, yeah but I don’t really care bout tha. No I active in Ray Life, it is my family foundation for a children cance.


-cont-
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik